Masih segar dalam ingatan Zaid Zinedine Hamdi, siswa kelas 11 SMA DTBS Putra, perjalanan penuh makna yang ia jalani saat mengikuti program Immersion Madinah pada April 2025 lalu. Ia menceritakan bagaimana awal perjalanan ibadah dan belajar itu hingga kembali pulang.
Bagi Zaid, keberangkatan menuju Tanah Suci merupakan pengalaman pertama dalam hidupnya. Momen tersebut terasa begitu berharga karena ia dapat menapaki jejak sejarah Islam bersama teman-temannya. Kebersamaan itulah yang membuat perjalanan ini semakin bermakna.
Saat pertama kali memandang keindahan Masjid Nabawi, Zaid merasa sangat terharu sekaligus bahagia. Ia tak menyangka dapat memijakkan kaki di Kota Madinah yang selama ini hanya ia dengar dalam cerita dan pelajaran.
“Alhamdulillah, ini merupakan perjalanan umrah pertama saya, dan pertama kalinya juga saya melaksanakan ibadah bersama teman-teman. Rasanya senang dan bahagia sekali,” ungkapnya.
Zaid pun menceritakan aktivitas keseharian selama berada di Madinah, mulai dari melaksanakan salat wajib di Masjid Nabawi hingga mengunjungi Raudhah.
“Pertama kali tiba di Madinah, kami langsung melaksanakan salat Subuh di Masjid Nabawi. Setelah itu berkeliling area masjid dan mengunjungi Museum Nabi Muhammad. Beberapa hari kemudian, kami mendapat kesempatan masuk ke Raudhah dan berziarah ke Makam Nabi Muhammad,” tuturnya dengan mata berbinar.
Tak hanya beribadah dan berziarah, peserta Immersion Madinah juga mendapatkan kesempatan belajar di Universitas Islam Madinah (UIM). Di sana, mereka memperdalam bahasa Arab secara langsung bersama dosen UIM, sekaligus memperkaya kosa kata dan kemampuan berkomunikasi.
Kesempatan ini menjadi pengalaman langka bagi Zaid dan teman-temannya. Melalui pembelajaran tersebut, mereka dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat Arab serta memahami bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan kitab-kitab keislaman.
Rangkaian kegiatan semakin berwarna dengan keikutsertaan dalam Festival Budaya UIM Madinah, berkuda di padang pasir, hingga merasakan atmosfer pertandingan futsal di Tanah Arab. Setelah itu, tibalah momen yang paling dinantikan, yakni melaksanakan ibadah umrah di Makkah.
Kerinduan Zaid akan keagungan Ka’bah di Masjidil Haram akhirnya terwujud. Perjalanan suci tersebut menjadi puncak dari rangkaian pengalaman spiritual yang mendalam. Hal paling berkesan bagi Zaid selama perjalanan Immersion Madinah adalah kebersamaan ketika mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Di kegiatan immersion ini, semua dilakukan bersama-sama, mulai dari ibadah, belajar, sampai olahraga. Suasana kekeluargaan sangat terasa. Bisa berbaur dengan penduduk setempat, rasanya benar-benar seru,” akunya dengan penuh kebahagiaan.
Ia pun mengapresiasi pelayanan yang diberikan selama program berlangsung. “Alhamdulillah, pelayanan dari Hikmah Travel sangat baik dan benar-benar act of service. Saya sangat puas dan merasa terbantu dalam menjalankan seluruh rangkaian kegiatan Immersion Madinah ini,” pungkasnya. (Noviana)
Program Immersion Madinah bersama Hikmah Tour & Travel. Saatnya mempelajari agama Islam dan Bahasa Arab langsung dari pusatnya. Eits, setelah menyelesaikan program immersion, sahabat bisa langsung ibadah umrah lho. Yuk, segera daftar! program ini khusus untuk santri Sekolah Daarut Tauhiid Indonesia.
Silakan hubungi Hikmah Tour & Travel di:
📞 0812-211-101





